Millenialpost.com, Sukabumi – Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian (Kapusluh) Kementerian Pertanian (Kementan) memberikan pembinaan kepada para penyuluh pertanian di Kabupaten Sukabumi dan Kota Sukabumi, Minggu (19/07/2026). Kegiatan ini dilaksanakan di dua lokasi, yaitu Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi dan di CWS Kota Sukabumi.
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa kegiatan Pertanian Modern - Advanced Agricultural System (PM-AAS) merupakan model budidaya padi modern yang menjadi salah satu strategi utama Kementerian Pertanian dalam mempercepat tercapainya swasembada pangan nasional. Selain itu penerapan PM-AAS harus berjalan selaras dengan program cetak sawah rakyat, optimasi lahan (Oplah), dan peningkatan indeks pertanama. Ungkap Amran
Sementara itu Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti menyampaikan bahwa penyuluh pertanian harus menjadi penggerak utama transformasi pertanian modern di tingkat lapangan serta penyuluh tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi memastikan teknologi PM-AAS benar-benar diterapkan oleh petani sesuai standar operasional.
"Penyuluh mengawal penerapan teknologi mulai dari persiapan lahan, penggunaan benih unggul, pola tanam, pemupukan berimbang, pengendalian organisme pengganggu tanaman, pemanfaatan alat dan mesin pertanian, hingga panen dan pascapanen". ujar Idha.
Dalam arahannya, Plt. Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian Eko Nugroho Dharmo Putro menegaskan bahwa penyuluh pertanian merupakan ujung tombak pembangunan pertanian yang memiliki peran strategis dalam mengawal keberhasilan program-program prioritas Kementerian Pertanian.
Oleh karena itu, setiap penyuluh dituntut untuk memahami secara menyeluruh berbagai program dan kebijakan Kementerian Pertanian, termasuk target, capaian kinerja, serta data dan informasi terkini yang menjadi dasar pelaksanaan pembangunan pertanian.
"Setiap penyuluh harus memahami program, kebijakan, capaian, serta data dan angka target kinerja Kementerian Pertanian. Informasi tersebut kemudian harus didiseminasikan kepada petani dan masyarakat agar pelaksanaan program di lapangan berjalan efektif dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan produksi pertanian," tegas Eko.
Selain memperkuat kapasitas penyuluh, Plt. Kapusluh juga meminta seluruh jajaran penyuluh di Kabupaten dan Kota Sukabumi untuk segera melakukan persiapan pelaksanaan program pertanaman dengan metode PM-AAS. Kabupaten Sukabumi memperoleh target pengembangan seluas 6.000 hektare, sehingga seluruh tahapan persiapan harus segera dilaksanakan.
Persiapan tersebut meliputi identifikasi dan verifikasi calon petani dan calon lokasi (CPCL) sesuai target yang telah ditetapkan, pelaksanaan sosialisasi kepada petani, serta kesiapan sarana dan prasarana pendukung, termasuk penyediaan drum seeder dan kebutuhan operasional lainnya.
Eko menekankan bahwa keberhasilan implementasi PM-AAS sangat bergantung pada kesiapan penyuluh dalam melakukan pendampingan kepada petani sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan di lapangan. Oleh karena itu, sinergi antara penyuluh, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan perlu terus diperkuat agar target pengembangan PM-AAS di Sukabumi dapat tercapai sesuai rencana.
Melalui kegiatan pembinaan ini diharapkan kompetensi dan kapasitas penyuluh pertanian semakin meningkat sehingga mampu mengakselerasi implementasi program-program strategis Kementerian Pertanian, mendorong modernisasi pertanian, serta mendukung percepatan pencapaian swasembada pangan yang berkelanjutan. (NS)